Latar Rejo Diluncurkan, Tegalrejo Siapkan Pusat Kuliner dan Wisata Budaya

Latar Rejo di Tegalrejo resmi diluncurkan sebagai pusat kuliner terpadu untuk mengembangkan UMKM, wisata kuliner, seni, dan budaya Kota Yogyakarta.

KOTA YOGYAKARTA - Kelurahan Tegalrejo resmi meluncurkan Latar Rejo, pusat kuliner terpadu yang disiapkan sebagai wadah pemberdayaan UMKM sekaligus destinasi wisata kuliner dan budaya baru di Kota Yogyakarta. Pusat kuliner tersebut berada di Lapangan Tenis Museum Monumen Pangeran Diponegoro Sasana Wiratama dan mulai beroperasi setiap hari.


Anggota Komisi B DPRD Kota Yogyakarta Oleg Yohan mengatakan Latar Rejo dirancang bukan sekadar sebagai tempat berjualan, tetapi juga menjadi embrio wisata kuliner malam di Tegalrejo. Ia mendorong keberadaan kegiatan serupa di wilayah kemantren lain sebagai upaya menggerakkan perekonomian masyarakat.


“Selaku dewan, tentu saja kita mendorong kegiatan-kegiatan seperti ini ada di kemantren-kemantren, yang kemudian bisa menjadi daya ungkit nilai ekonomi masyarakat,” tegas Oleg.


Oleg menjelaskan nama Latar Rejo diambil dari kata “latar” yang berarti halaman dan “rejo” yang bermakna ramai. Menurut dia, keberadaan pusat kuliner tersebut juga memanfaatkan potensi keramaian setelah perayaan HUT Kemerdekaan RI serta dipersiapkan untuk menghadapi potensi pasar kaget menjelang Ramadan mendatang.


Lurah Tegalrejo Suyadi mengatakan Latar Rejo merupakan tindak lanjut arahan Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan untuk menumbuhkembangkan UMKM lokal. Konsepnya memadukan kuliner dengan hiburan seni dan budaya serta kegiatan olahraga.


“Tujuan kami selain launching adalah mengenalkan kepada masyarakat bahwa di Tegalrejo sudah ada wadah kuliner terpadu,” ujar Suyadi di sela peluncuran, Minggu (23/8/2026).

Oleg Yohan berbincang dengan salah satu UMKM di Latar Rejo

Pada tahap awal, Kelurahan Tegalrejo menggandeng 65 pelaku UMKM. Latar Rejo beroperasi mulai pagi, sore hingga malam, dengan pentas budaya lokal yang dijadwalkan secara rutin. Peluncuran juga diisi jalan sehat, senam bersama dan penampilan tari angguk. Pengembangan kawasan tersebut turut mendapat dukungan dari Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta.


Keterlibatan masyarakat juga diperkuat melalui peran Tuwanggana Kelurahan Tegalrejo. Pinituwa Tuwanggana Kelurahan Tegalrejo CH Heru Kuswanto mengatakan pihaknya akan mendampingi pelaku UMKM agar kegiatan tersebut dapat berjalan berkelanjutan dan memberi dampak ekonomi lebih luas.


Menurut Heru, pendampingan diperlukan agar pelaku UMKM tidak hanya mempertahankan pola penjualan yang sama, tetapi juga mampu mengembangkan variasi produk, termasuk menghadirkan menu-menu lokal. Ia berharap UMKM di Tegalrejo dapat berkembang tidak hanya di tingkat kelurahan, tetapi juga memberi kontribusi bagi perekonomian di Kemantren Tegalrejo dan Kota Yogyakarta.


Kepala Bidang UKM Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM Kota Yogyakarta Bebasari Sitarini mengatakan Latar Rejo dihadirkan sebagai ruang temu masyarakat sekaligus penggerak ekonomi lokal. “Kulineran Latar Rejo bukan menjadi garis finish tapi merupakan garis start menjadi ruang temu warga yang berkelanjutan bagaimana untuk bisa menghidupkan ekonomi warga, untuk tumbuh bersama dan menjadi destinasi baru kuliner di Kota Jogja,” tegasnya.


Pages