Oleg Yohan Dorong UMKM Kota Yogyakarta Adaptif AI untuk Tingkatkan Daya Saing


OLEG YOHAN
– Anggota DPRD Kota Yogyakarta, Oleg Yohan, mengajak pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) sebagai sarana meningkatkan produktivitas, pemasaran, dan pengembangan usaha. Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan UMKM Berdaya bertajuk "UMKM Naik Kelas dengan AI: Pelatihan Pemanfaatan Kecerdasan Buatan untuk Produktivitas, Pemasaran, dan Pengembangan Usaha" yang digelar di Kantor DPRD Kota Yogyakarta, Jumat (19/6/2026).

Kegiatan yang diikuti sekitar 40 pelaku UMKM tersebut menghadirkan praktisi AI dan Duta Canva Indonesia, Dista Asega, sebagai narasumber, serta didukung oleh Bank Jogja. Dalam sambutannya, Oleg Yohan menegaskan bahwa pelatihan ini menjadi langkah awal untuk memperkuat kapasitas pelaku UMKM menghadapi perkembangan teknologi digital.

"Ini hanya pemanasan. Setiap tahun kami mengadakan kegiatan yang melibatkan sekitar 200 UMKM untuk memamerkan produknya. Nantinya berbagai dinas akan hadir melakukan kurasi sehingga produk-produk UMKM memiliki peluang berkembang lebih luas," ujar Oleg.

Ia mengajak peserta menanamkan optimisme dalam mengembangkan usaha dengan mengusung semangat, "Saya bisa, harus bisa, pasti bisa." Menurutnya, perkembangan teknologi tidak boleh dipandang sebagai ancaman, melainkan peluang yang harus dimanfaatkan oleh pelaku usaha.

Mengacu pada data sejumlah organisasi perangkat daerah, Oleg menyebut jumlah UMKM di Kota Yogyakarta mencapai puluhan ribu. Perbedaan data antarinstansi menunjukkan perlunya sinergi dan pembinaan yang lebih terarah agar seluruh pelaku usaha dapat memperoleh pendampingan secara optimal.

"Yang penting bukan sekadar jumlahnya, tetapi bagaimana UMKM mampu berkembang dan beradaptasi dengan perubahan. Hari ini kita belajar bersama agar teknologi menjadi alat yang memudahkan pekerjaan dan membuka peluang baru," katanya.

Dalam sesi dialog, Oleg mengajak peserta berdiskusi mengenai persepsi terhadap AI. Sejumlah peserta menyampaikan bahwa AI dipandang sebagai teknologi yang mampu membantu pekerjaan manusia, namun tidak dapat menggantikan peran, empati, maupun kasih sayang manusia.

"AI tidak bisa menggantikan manusia sepenuhnya. AI adalah alat bantu yang membuat pekerjaan menjadi lebih mudah dan lebih cepat," ujar salah seorang peserta, Debi, pelaku UMKM dari kawasan Prawirotaman.

Pendapat serupa juga disampaikan Muhammad Haryo, seorang guru sekaligus pelaku UMKM. Ia mengaku telah memanfaatkan AI untuk membantu menyusun perangkat pembelajaran dan materi ajar.

"Bagi saya AI adalah teman atau mitra. Saya menggunakannya untuk membantu menyusun kurikulum dan materi pembelajaran, kemudian saya sesuaikan dengan kebutuhan di kelas," ungkapnya.

Oleg menilai pemanfaatan AI tidak hanya terbatas pada pembuatan dokumen atau pencarian informasi, tetapi juga dapat mendukung pemasaran digital melalui media sosial, pembuatan konten, hingga pengembangan strategi promosi produk UMKM.

Ia mencontohkan kemudahan teknologi seperti Google Maps maupun berbagai aplikasi AI yang kini mampu membantu masyarakat dalam aktivitas sehari-hari. Menurutnya, tantangan terbesar bukan lagi akses terhadap teknologi, melainkan kemauan untuk belajar dan memanfaatkannya secara produktif.

"Teknologi itu tergantung bagaimana kita menggunakannya. Kalau dimanfaatkan dengan baik, AI bisa membantu usaha berkembang lebih cepat, memperluas pemasaran, dan meningkatkan produktivitas," tutur Oleg.


Selain pelatihan, kegiatan tersebut juga menjadi ajang memperkuat jejaring antar pelaku UMKM yang tergabung dalam komunitas Omah Sedoyo. Oleg berharap kolaborasi yang terbangun mampu melahirkan inovasi dan membuka peluang kerja sama yang lebih luas di masa mendatang.

Melalui kegiatan ini, para peserta memperoleh pengenalan mengenai pemanfaatan AI dalam dunia usaha sekaligus motivasi untuk terus meningkatkan kapasitas digital. Diharapkan ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam pengelolaan usaha sehari-hari sehingga UMKM Kota Yogyakarta semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi dan memiliki daya saing yang lebih kuat di era digital.



Pages