Omah Sedoyo Buka Peluang Usaha Baru, UMKM Diajak Tangkap Potensi Bisnis Ekspedisi

UMKM di Omah Sedoyo diajak menangkap peluang bisnis ekspedisi melalui pelatihan MauKirim.id untuk memperluas usaha dan meningkatkan pendapatan.

YOGYAKARTA
– Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) diajak menangkap peluang bisnis di sektor jasa ekspedisi yang dinilai terus berkembang seiring meningkatnya aktivitas perdagangan digital. Ajakan itu mengemuka dalam pelatihan bertajuk Peluang Baru Bisnis Ekspedisi bersama MauKirim.id yang digelar di Omah Sedoyo, Sabtu (1/8).

Kegiatan yang berlangsung pukul 15.30–17.00 WIB tersebut menghadirkan Anggota DPRD Kota Yogyakarta Oleg Yohan, Praktisi Ekspedisi Dista, serta Asisten Manager MauKirim.id Kahfi sebagai narasumber. Dalam pembukaan, Oleg Yohan menegaskan bahwa waktu merupakan aset yang tidak dapat dibeli sehingga setiap peluang yang datang perlu dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

Oleg Yohan: Omah Sedoyo hadir sebagai ruang pemberdayaan masyarakat untuk membuka peluang usaha, memperkuat UMKM, dan meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga.

Oleg Yohan mengatakan Omah Sedoyo dibangun sebagai ruang pemberdayaan masyarakat agar mampu menciptakan peluang ekonomi bagi diri sendiri maupun keluarga. Menurutnya, bisnis yang berkelanjutan tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga pelayanan kepada pelanggan.

"Yang tidak bisa dibeli itu waktu. Karena itu, ketika ada peluang, manfaatkan sebaik mungkin. Omah Sedoyo hadir agar teman-teman bisa berdaya dan memberikan kontribusi bagi keluarga," ujar Oleg.


Ia juga mengingatkan pentingnya membangun hubungan baik dengan pelanggan. Pelayanan yang ramah dan mampu membuat konsumen merasa dihargai menjadi salah satu kunci agar pelanggan kembali melakukan transaksi.

"Menguwongkan pelanggan, membuat mereka nyaman dan merasa dihargai, itulah salah satu kunci membangun kepercayaan masyarakat terhadap usaha kita," katanya.

Kahfi menjelaskan MauKirim.id adalah platform digital yang memudahkan membuka agen ekspedisi. Satu pendaftaran, akses berbagai layanan pengiriman.

Sementara itu, Kahfi menjelaskan MauKirim.id merupakan platform digital yang memudahkan masyarakat membuka layanan agen ekspedisi tanpa harus mendaftar ke masing-masing perusahaan jasa kirim. Melalui satu kali pendaftaran, mitra dapat mengakses beberapa layanan ekspedisi sekaligus sehingga proses bisnis menjadi lebih sederhana.

Praktisi ekspedisi Dista menambahkan, perkembangan perdagangan daring membuat kebutuhan layanan logistik terus meningkat. Menurutnya, peluang tersebut dapat dimanfaatkan UMKM karena bisnis ekspedisi tidak memerlukan modal besar dan dapat dijalankan berbasis sistem digital.

"Selama orang masih belanja online, kebutuhan pengiriman tidak akan berhenti. Ini bukan lagi tren, tetapi sudah menjadi kebutuhan sehingga peluang usahanya masih sangat terbuka," ujar Dista.

Dista: Perdagangan daring terus tumbuh, membuka peluang besar bagi UMKM melalui bisnis ekspedisi yang mudah dijalankan dengan dukungan teknologi.

Dista juga membagikan pengalaman membangun usaha ekspedisi sejak 2017 hingga mengelola berbagai layanan pengiriman. Ia menjelaskan model kemitraan digital memungkinkan pelaku usaha memperoleh penghasilan dari komisi pengiriman tanpa harus memiliki stok barang maupun armada sendiri.

Melalui pelatihan tersebut, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai peluang bisnis ekspedisi, tetapi juga mendapatkan gambaran praktis mengenai cara memulai usaha berbasis layanan logistik. Kegiatan ini diharapkan mendorong semakin banyak UMKM memanfaatkan transformasi digital sebagai sumber penghasilan baru dan memperluas jaringan usaha. 

Pages