DPW NasDem DIY Mulai Konsolidasi Dini, Fokus Perkuat Struktur dan Strategi Menuju 2029


Partai NasDem Daerah Istimewa Yogyakarta mulai memanaskan mesin organisasi menjelang Pemilu 2029 melalui rapat koordinasi yang digelar bersama jajaran pengurus DPD NasDem Kota Yogyakarta di Kantor DPRD Kota Yogyakarta, Jumat (12/6/2026) malam. Pertemuan tersebut membahas penguatan struktur partai, pembenahan administrasi Sistem Informasi Partai Politik (Sipol), strategi pemenangan pemilu, serta pengelolaan isu dan media sebagai bagian dari konsolidasi pasca-Pemilu 2024.

Rapat koordinasi dihadiri Wakil Ketua Bidang Pemilu DPW NasDem DIY Aulia Reza Bastian, Wakil Ketua Bidang Organisasi, Keanggotaan dan Kaderisasi (OKK) DPW NasDem DIY Cahyadi Fitri, Wakil Sekretaris Pemenangan Pemilu Abdul Razaq, serta pengurus DPD NasDem Kota Yogyakarta. Hadir pula anggota DPRD Kota Yogyakarta Fraksi NasDem, yakni Dwi Candra Putra, Oleg Yohan, dan Choliq Nugroho Adji.


Membuka kegiatan, Oleg Yohan menyampaikan bahwa pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut kesepakatan antara DPD dan DPW NasDem DIY untuk memperkuat koordinasi organisasi menjelang agenda politik mendatang. Menurutnya, konsolidasi diperlukan agar seluruh elemen partai memiliki arah dan langkah yang sama dalam menghadapi berbagai tantangan politik ke depan.


Wakil Ketua Bidang Pemilu DPW NasDem DIY Aulia Reza Bastian mengatakan bahwa seluruh partai politik saat ini mulai mempersiapkan diri menghadapi Pemilu 2029, termasuk Partai NasDem. Karena itu, berbagai aspek organisasi perlu diperkuat sejak dini, mulai dari pembaruan data kepengurusan hingga revitalisasi keanggotaan.


“Kalau kita terlalu adem dan tidak ada komunikasi, nanti ketika harus bergerak justru membutuhkan waktu lebih lama. Karena itu, konsolidasi dan pembenahan organisasi harus mulai dilakukan dari sekarang,” kata Reza.


Ia menjelaskan bahwa pengalaman tiga kali mengikuti pemilu menjadi modal penting bagi NasDem untuk melakukan evaluasi dan perbaikan. Salah satu fokus yang dibahas adalah sinkronisasi kepengurusan, validasi keanggotaan melalui Sipol, serta penguatan fungsi bidang pemenangan pemilu, kaderisasi, dan organisasi.


Selain aspek administratif, Reza menilai partai juga perlu menyiapkan strategi menghadapi dinamika politik nasional maupun lokal. Menurutnya, pilihan politik NasDem yang berada di luar pemerintahan namun tetap mendukung program-program nasional membutuhkan pendekatan komunikasi yang tepat agar tetap relevan di tengah masyarakat.


“Yang paling penting saat ini adalah merawat kekuatan yang sudah ada, mempertahankan kursi yang sudah diperoleh, dan secara bertahap memperluas basis dukungan masyarakat,” ujarnya.


Dalam forum yang sama, anggota DPRD Kota Yogyakarta Dwi Candra Putra menyampaikan sejumlah tantangan yang dihadapi NasDem Kota Yogyakarta menjelang Pemilu 2029. Salah satunya adalah proses rekrutmen calon legislatif baru di tengah kuatnya basis dukungan para petahana.


Menurut Dwi Candra, soliditas kader dan konsistensi perolehan suara yang selama ini menjadi kekuatan NasDem Kota Yogyakarta juga menghadirkan tantangan tersendiri dalam menarik figur baru untuk bergabung sebagai calon legislatif.


“Kami optimistis mempertahankan kursi yang ada, tetapi tantangan berikutnya adalah bagaimana menambah kursi dan menyiapkan kader-kader baru yang siap bertarung,” katanya.


Ia juga menyoroti pentingnya dukungan partai dalam penyediaan saksi pemilu dan penguatan struktur organisasi hingga tingkat bawah. Menurutnya, keberadaan saksi menjadi salah satu faktor penting dalam mengamankan suara hasil kerja politik kader di lapangan.


Sementara itu, Wakil Ketua Bidang OKK DPW NasDem DIY Cahyadi Fitri menegaskan bahwa pertemuan tersebut merupakan bagian dari rangkaian konsolidasi yang akan dilakukan DPW NasDem DIY ke seluruh kabupaten dan kota. Ia menyebut setiap daerah memiliki karakteristik politik yang berbeda sehingga masukan dari pengurus daerah menjadi bahan penting dalam penyusunan kebijakan partai.


“DPW tidak bisa menyamakan kondisi Kota Yogyakarta dengan daerah lain. Karena itu kami datang untuk mendengar, mencatat, dan merumuskan langkah yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing wilayah,” ujar Cahyadi.


Ia menambahkan bahwa penguatan struktur organisasi tidak hanya dipandang sebagai pemenuhan administrasi semata, tetapi juga sebagai instrumen untuk mendukung pemenangan pemilu. Semakin kuat jaringan kepengurusan dan keanggotaan, semakin besar pula potensi partai dalam membangun basis dukungan masyarakat.


Selain membahas organisasi dan pemilu, rapat koordinasi juga menyinggung pentingnya pengelolaan isu publik dan media sosial. Pengurus partai didorong untuk lebih aktif mengangkat isu-isu lokal yang menjadi perhatian masyarakat serta membangun komunikasi politik yang lebih efektif melalui berbagai platform media.


Melalui forum tersebut, DPW dan DPD NasDem sepakat untuk terus memperkuat sinergi organisasi, memperluas konsolidasi kader, serta menyiapkan langkah-langkah strategis menghadapi Pemilu 2029. Konsolidasi yang dilakukan sejak dini diharapkan mampu menjaga eksistensi partai sekaligus meningkatkan representasi NasDem di lembaga legislatif.


Bagi para pengurus dan kader yang hadir, pertemuan tersebut tidak hanya menjadi ruang evaluasi pasca-pemilu, tetapi juga wadah bertukar gagasan dan menyamakan visi dalam membangun organisasi. Semangat kebersamaan dan komunikasi yang terjalin diharapkan menjadi modal penting dalam menjaga soliditas partai serta memperkuat pelayanan politik kepada masyarakat Kota Yogyakarta.

Pages