Atasi Krisis Air Bersih, Anggota DPRD Kota Yogyakarta Oleg Yohan Dorong Pembuatan Sumur Bor di Rusunawa Jogoyudan

 


YOGYAKARTA – Anggota Komisi B DPRD Kota Yogyakarta, Oleg Yohan, melakukan pertemuan langsung dengan warga Paguyuban Rusunawa Jogoyudan Maju, Kelurahan Gowongan, Kemantren Jetis, pada Jumat (1/5/2026) sore. Bertempat di ruang pertemuan Blok E, kunjungan ini bertujuan menindaklanjuti keluhan warga terkait krisis air bersih yang telah berlangsung lama di hunian vertikal tersebut.

Masalah ketersediaan air berkualitas menjadi perhatian utama bagi 84 Kepala Keluarga (KK) yang menghuni Blok D dan Blok E Rusunawa Jogoyudan. Selama ini, warga hanya mengandalkan sumur suntik kedalaman 30 meter dengan kondisi air berwarna kuning, berbau, serta memiliki kadar zat besi tinggi yang sering merusak mesin pompa dan menyumbat instalasi pipa.

Penasihat Pengurus Paguyuban Rusunawa Jogoyudan Maju, Atok Setyo Budi, (kiri) bersama anggota dewan DPRD Kota Yogyakarta Oleg Yohan


Penasihat Pengurus Paguyuban Rusunawa Jogoyudan Maju, Atok Setyo Budi, mengungkapkan bahwa persoalan air bersih ini merupakan masalah menahun yang belum berhasil tertangani secara maksimal sejak tahun 2008. Beberapa upaya pengerjaan sumur sebelumnya di sekitar lokasi juga menunjukkan hasil yang kurang memuaskan karena kualitas air yang buruk jika bor dilakukan terlalu dalam.

"Pengalaman kami, jika bor terlalu dalam airnya malah kuning dan mengandung zat besi tinggi. Kami berharap pengerjaan kali ini benar-benar matang secara teknis agar sumur yang dibangun dapat digunakan selamanya, bukan hanya bertahan sesaat," ujar Atok di sela-sela pertemuan.

Menanggapi hal tersebut, Oleg Yohan menyatakan bahwa kehadirannya merupakan bentuk respon cepat untuk memastikan realisasi program air bersih melalui skema Corporate Social Responsibility (CSR). 

"Ini adalah progres reaksi cepat atas keluhan warga. Saya ingin memastikan apa yang dibutuhkan masyarakat segera dieksekusi. Kami akan mengupayakan bantuan ini melalui jalur CSR agar segera terealisasi tahun ini," kata Oleg Yohan di hadapan perwakilan warga.

Oleg juga menekankan pentingnya manajemen pasca-pembangunan. Menurutnya, keberlanjutan ketersediaan air bersih sangat bergantung pada komitmen warga dalam merawat fasilitas tersebut. Ia meminta pengurus paguyuban untuk segera menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang akurat agar proses administrasi dapat dilakukan mulai Senin mendatang.

"Setelah sumur ini terbangun, yang paling urgen adalah masalah maintenance atau perawatannya. Harus ada komunikasi dan pengelolaan yang jernih di tingkat warga supaya manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang," tambahnya.

Rencana pembangunan fasilitas air bersih ini disambut positif oleh warga Rusunawa Jogoyudan. Ketua Pengurus Paguyuban, Ritom Gunawan, berharap akses air bersih yang layak dapat segera terwujud demi meningkatkan kualitas kesehatan dan meringankan beban ekonomi warga yang selama ini harus mengeluarkan biaya ekstra untuk mendapatkan air layak konsumsi.

Pages